Ilahi ya Rabbi..

Dipublikasi di Islam | Tag

Seriously?

Sahabat 1 dan 2 sedang membuat janji untuk bertemu..

Sahabat 1 : ‘Bagaimana kalau tanggal 7 besok?’

Sahabat 2 : ‘Maaf tanggal 7-8 besok saya tidak bisa’

Sahabat 1 : ‘ Oya.. kenapa?’

Sahabat 2 : ‘Saya ikut meeting ASEAN’

Sahabat 1 : ‘Seriously?.. sebagai apa?’

Sahabat 2 ” ‘Sebagaimana mestinya..’

Suara tawa sahabatnya terdengar dari seberang telpon genggam.

*

Sore itu, saya menjemput anak bungsu yang latihan futsal di sekolahnya. Ketika saya datang dia sedang tidak bermain futsal, malah sedang bermain kartu dengan beberapa temannya di pinggir lapangan.

Saya tanya : ‘Eh kenapa malah main kartu?’

Kata si Bungsu : ‘Bolanya sih dipompa terlalu keras, jadi sakit kalau nendang’

‘Hah.. seriously?’ saya hanya bisa menggeleng kepala sambil mencoba menendang bolanya

Nyang bener?

Dipublikasi di Daily life | Tag , | 11 Komentar

Tweets.. #3

Dari kumpulan twitter http://twitter.com/kepinghidup :

1. Subuh kesiangan, Dzuhur di perjalanan, Ashar kerepotan, Maghrib kecapaian, Isya ketiduran (Damai Indonesiaku) *renungan

2. Apabila kita dibayar mahal, apakah kita akan bekerja dengan sebaik mungkin, sekuat tenaga dan sepenuh hati? pasti! *sambung ke no. 3

3. ‎​اَللّهُ membayar ‘sangat mahal’ dengan surga yang indah tidak terbayangkan, apakah kita juga sebaik mungkin beribadah? *mendengar Khutbah Jumat

4. Berzikir mengingat ‎​اَللّهُ atau ‎​اَللّهُ yang membuat seorang hamba ingat kepadaNya dan menyebut asmaNya.. *teman bertanya

5. Berbaik sangka kepada ‎​اَللّهُ SWT *surrender

6. Kala wajah penat galaunya dunia berwudhulah, kala tangan letih mengapai cita bertakbirlah, kala amanah terasa berat bersujudlah *renungan

7. Kapan disebut anugrah? kalau kita ingat dan dekat dengan ‎​اَللّهُ, kapan disebut masalah? jika lupa dan jauh dari ‎​اَللّهُ  *Ustad Yusuf Mansyur

8. Rasa malu terhadap ‎​اَللّهُ SWT artinya menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat yang diharamkan *radio Rodja 756am

9. Di dunia ini kita adalah perantau, alangkah bodohnya sebagai perantau, jika kita tidak ingat pulang, ke kampung akhirat *KH Zainudin MZ

10. Seorang bertanya: ‘Apakah aku sudah ikhlas?’ Imam Ghazali menjawab: ‘Apakah engkau penikmat sunnah?’ *Ustad Arifin Ilham

Semoga catatan-catatan kecil ini bermanfaat – salam

Dipublikasi di Islam | Tag , , , , , , | 6 Komentar

Tweets.. #2

Dari kumpulan twitter http://twitter.com/kepinghidup :

Don’t be sad, the best is yet to come – jangan bersedih, yang terbaik insya Allah akan datang, ayo semangat!

We have found the enemy, the enemy is us – sering yang menjadi musuh adalah diri kita sendiri, semoga kita bisa menyemangati diri dan menang

Do your best today, do your best every day – kerjakan yang terbaik hari ini, kerjakan yang terbaik setiap hari

Klo punya waktu 1 jam nebang pohon, pakai 30 menit utk asah kampak, tapi klo punya waktu 1 jam ujian, jgn pakai 30 menit utk asah pensil

The only failure is when you say : ‘I give up!’ – Satu-satunya kesalahan adalah pada saat kita berkata : ‘saya menyerah!’

Dalam hidup yg tdk kembali : waktu dan kesempatan, yg tdk boleh hilang : harapan dan semangat, yang paling berharga : keluarga dan sahabat

We don’t find what we don’t seek – Kita tidak akan mendapatkan apa yang tidak kita cari

People do not fail, just give up trying – Orang tidak gagal, hanya menyerah dan tidak mencoba lagi

There is no unimportant day in our life – tidak ada hari yang tidak penting dalam hidup kita

Kalau yang berikut ini nasehat dari Ibu, setiap kali menasehati kalimat ini selalu keluar dari beliau..

You do everything you’ll get nothing, you do onething you’ll get everything – Mengerjakan satu hal dengan sungguh2 akan mendapatkan segalanya

Dipublikasi di Twitter | Tag , , | 13 Komentar

Tweets.. #1

Dari kumpulan twitter http://twitter.com/kepinghidup :

* Kisah Fadil, Iban dan Damar :

1. Hari masih sangat pagi, ‘kiri ya’ seru Iban kepada supir angkutan kota 02A. ‘ayo! kita sudah sampai’ Fadil, Iban dan Damar meloncat turun

2. ‘Hey ayo naik!’ Damar menepuk tas ransel Iban yang berdiri di pintu. ‘iya benar, ini bis kita..’ Fadil melongok ke angka yang ada di kaca

3. Bis merambat pelan keluar terminal, kondektur menawarkan calon penumpang yang mendekat: ‘Bandung pak??’ masih ada bangku kosong rupanya

4. Pohon teh terhampar hijau dan indah, pantas banyak yang menyukai tempat ini, ‘puncak pass’ Iban bergumam matanya tidak lepas dari jendela

5. Bis menanjak pelan jalan berkelok, pohon pinus dan kabut terlihat serasi ‘mau?’ Damar menawarkan permen kesukaan mereka, sugus rasa jeruk

6. ‘Cape’ keluh Fadil saat turun di terminal Leuwi panjang, ‘minum es’ usul Iban, mereka sepakat menikmati ‘welcome drink’ es campur Bandung

7. Adzan dzuhur berkumandang dari masjid terminal, ‘berapa?’ Fadil dan Iban bangkit, Damar menyeruput sendokan terakhir dalam mangkok, segar

8. ‘Ke braga naik apa?’ tanya Fadil kepada bapak yang duduk di teras masjid sehabis sholat, mengangguk paham, lalu beranjak: festival braga!

9. Sore di jalan braga, dari atas panggung terdengar: ‘it is the evening of the day, i sit and watch the children play’ festival yang meriah

10. Meneguk bajigur hangat: ‘satu hari nanti, aku ingin kuliah di kota ini’ janji Iban menahan angin malam kota Bandung yang dingin menusuk

11. ‘Sekarang kita suka dengan kota ini, tapi mungkin nanti kota ini yang akan suka dengan kita’ wajah Fadil, Iban dan Damar berseri gembira

12. Dari jendela hotel, pagi berkabut di jalan dago, hujan rintik, sarapan pagi ada kue serabi, Fadil benar-benar menikmati makanan kesukaan

13. Tidak ada setumpuk rencana, bagi Fadil, Iban dan Damar liburan itu.. menyusuri dago, mampir ke cisangkuy.. menikmati yoghurt dan batagor

14. ‘Pulang jangan terlalu sore’ pinta Damar, ‘bawa oleh-oleh apa?’ tanya Iban, mereka membeli kue dan keripik di jalan merdeka, tanda ingat

15. Waktu untuk pulang, ada restoran sunda yang ramai di depan terminal Leuwi panjang, pengunjung mengambil sendiri makanan yang disajikan..

16. ‘Ini enak?’ tanya Iban, ‘raos’ kata mbak yang jaga ‘kalau ini?’, ‘raos’ kata Damar menirukan, ‘aduh semuanya sedap’ Iban bingung memilih

17. Bersandar di kursi bis: ‘perut sudah kenyang, ac dingin, tinggal dugem’, ‘heh?’ Fadil tidak mengerti, ‘duduk gembira’ kata Damar tertawa

18. Iban tidur sepanjang perjalanan, gayanya seperti memeluk bantal guling, lagu diputar di dalam bis: ‘denting piano, kala jemari menari..’

19. Bis masuk terminal baranangsiang, Fadil, Iban dan Damar antri giliran turun dari bis ‘sampai ketemu ya’ seru Fadil pada kedua sahabatnya

20. ‘Ok pai’ balas Iban dan Damar, nama panggilan kok tupai (nanti aku ceritakan kenapa Fadil dipanggil tupai), mereka berpisah *selesai*

* Kumpulan catatan pendek ini terinspirasi oleh anak sulung yang ingin kuliah di Bandung – semoga tercapai ya nak, amiin..

Dipublikasi di Twitter | Tag , , , , , , , , | 1 Komentar

My new ‘micro-blog’

SELAMAT TAHUN BARU 2011..

Tahun 2010 untuk saya adalah tahun blogging.. ya saya mulai membuat blog di awal tahun lalu karena ingin mengetahui rasanya mempunyai blog dan? ternyata menyenangkan.. karena bisa bersilaturahmi dengan sahabat blogger.

Tahun 2011 ini saya ingin mencoba twitter sebagai ‘micro-blog’ saya yang baru. Yang jelas tentu tidak sama dengan WP, karena postingan hanya dibatasi 140 karakter, ini  mengingatkan saya akan lomba Fiksi Mini yang dulu pernah ada..

Perbedaan lainnya adalah kalau di WP komentar terpisah dari postingan, sedangkan kalau di twitter kalau kita RT (re-tweet) atau memberikan komentar itu menjadi postingan, jadi bisa sharing dan banyak belajar.

So here it is                  : @kepinghidup

Atau alamat url-nya   : http://twitter.com/kepinghidup

Sahabat blogger (sekarang jadi tweeps ya..) twitter kepinghidup adalah kumpulan ‘post-it’ saya di tahun 2011 ini, mau follow boleh.. mau dibaca saja juga tidak apa-apa, karena yang penting tetap menulis.. ya tetap menulis :D

Salam saya..

Dipublikasi di Daily life | Tag ,

NAD

Alhamdulillah.. saya diijinkan Allah SWT untuk menjejakkan kaki pertama kali di bumi Nanggroe Aceh Darussalam, propinsi paling barat dari negeri tercinta. Mungkin berlebihan kalau mengatakan saya terharu.. tapi memang itu yang terjadi.

Daerah ini pernah merupakan daerah yang sangat makmur pada jaman kerajaan Samudera Pasai. Belum lagi sejarah panjang mempertahankan diri menentang imperialisme membuat saya merenung ulang nasionalisme yang saya miliki.

Ada gambar yang selalu terekam dan membekas dalam benak dan hati saya yaitu saat tsunami menerpa daerah ini. Sebuah masjid yang masih berdiri tegak diantara luluh lantak bangunan sekelilingnya.

‘Pak apakah bisa kita sholat jumat di Masjid Raya?’ tanya saya penuh harap.

‘Oh iya pak bisa, nanti kita sholat di Masjid Baiturrahman’

Mengucap puji dan syukur kepada Pemilik Alam Semesta, jumat siang itu saya turun dari kendaraan dan berjalan kaki memasuki halaman masjid Raya Baiturrahman di kota Banda Aceh, dan masjid itu ada di hadapan saya..

Menapaki tangga masuk masjid, ada suasana sejuk terasa ketika saya berjalan perlahan memasuki masjid ini. Duduk bersila di atas karpet berwarna hijau, memandang arah kiblat ada gambar pintu Kaabah besar berwarna keemasan.

Khotib naik mimbar menyampaikan khotbah jumat, khotib mengingatkan kita saat momen awal tahun 1432H ini untuk menghitung apa saja yang telah kita perbuat. Sesungguhnya manusia yang beruntung itu adalah yang mengerjakan amal soleh.

Ah.. sebuah oleh-oleh nasihat yang sangat indah. Saya mengucapkan salam kepada jamaah yang sama-sama meninggalkan masjid seusai sholat jumat. Menyempurnakan kenangan  akan tanah serambi Mekkah ini.

Oh ya.. saya diajak makan ayam tangkap, kenapa ya disebut dengan nama ini? ayam dihidangkan tertutup daun-daun hijau yang garing ketika dimakan, tidak lupa juga mencoba gulai kambing.. pokoknya makanannya enak kelas satu..

Alhamdulillah.. sahabat blogger punya cerita tentang Aceh?

Dipublikasi di Daily life | Tag , , , , , , , , , , , , , | 31 Komentar