Tweets.. #1

Dari kumpulan twitter http://twitter.com/kepinghidup :

* Kisah Fadil, Iban dan Damar :

1. Hari masih sangat pagi, ‘kiri ya’ seru Iban kepada supir angkutan kota 02A. ‘ayo! kita sudah sampai’ Fadil, Iban dan Damar meloncat turun

2. ‘Hey ayo naik!’ Damar menepuk tas ransel Iban yang berdiri di pintu. ‘iya benar, ini bis kita..’ Fadil melongok ke angka yang ada di kaca

3. Bis merambat pelan keluar terminal, kondektur menawarkan calon penumpang yang mendekat: ‘Bandung pak??’ masih ada bangku kosong rupanya

4. Pohon teh terhampar hijau dan indah, pantas banyak yang menyukai tempat ini, ‘puncak pass’ Iban bergumam matanya tidak lepas dari jendela

5. Bis menanjak pelan jalan berkelok, pohon pinus dan kabut terlihat serasi ‘mau?’ Damar menawarkan permen kesukaan mereka, sugus rasa jeruk

6. ‘Cape’ keluh Fadil saat turun di terminal Leuwi panjang, ‘minum es’ usul Iban, mereka sepakat menikmati ‘welcome drink’ es campur Bandung

7. Adzan dzuhur berkumandang dari masjid terminal, ‘berapa?’ Fadil dan Iban bangkit, Damar menyeruput sendokan terakhir dalam mangkok, segar

8. ‘Ke braga naik apa?’ tanya Fadil kepada bapak yang duduk di teras masjid sehabis sholat, mengangguk paham, lalu beranjak: festival braga!

9. Sore di jalan braga, dari atas panggung terdengar: ‘it is the evening of the day, i sit and watch the children play’ festival yang meriah

10. Meneguk bajigur hangat: ‘satu hari nanti, aku ingin kuliah di kota ini’ janji Iban menahan angin malam kota Bandung yang dingin menusuk

11. ‘Sekarang kita suka dengan kota ini, tapi mungkin nanti kota ini yang akan suka dengan kita’ wajah Fadil, Iban dan Damar berseri gembira

12. Dari jendela hotel, pagi berkabut di jalan dago, hujan rintik, sarapan pagi ada kue serabi, Fadil benar-benar menikmati makanan kesukaan

13. Tidak ada setumpuk rencana, bagi Fadil, Iban dan Damar liburan itu.. menyusuri dago, mampir ke cisangkuy.. menikmati yoghurt dan batagor

14. ‘Pulang jangan terlalu sore’ pinta Damar, ‘bawa oleh-oleh apa?’ tanya Iban, mereka membeli kue dan keripik di jalan merdeka, tanda ingat

15. Waktu untuk pulang, ada restoran sunda yang ramai di depan terminal Leuwi panjang, pengunjung mengambil sendiri makanan yang disajikan..

16. ‘Ini enak?’ tanya Iban, ‘raos’ kata mbak yang jaga ‘kalau ini?’, ‘raos’ kata Damar menirukan, ‘aduh semuanya sedap’ Iban bingung memilih

17. Bersandar di kursi bis: ‘perut sudah kenyang, ac dingin, tinggal dugem’, ‘heh?’ Fadil tidak mengerti, ‘duduk gembira’ kata Damar tertawa

18. Iban tidur sepanjang perjalanan, gayanya seperti memeluk bantal guling, lagu diputar di dalam bis: ‘denting piano, kala jemari menari..’

19. Bis masuk terminal baranangsiang, Fadil, Iban dan Damar antri giliran turun dari bis ‘sampai ketemu ya’ seru Fadil pada kedua sahabatnya

20. ‘Ok pai’ balas Iban dan Damar, nama panggilan kok tupai (nanti aku ceritakan kenapa Fadil dipanggil tupai), mereka berpisah *selesai*

* Kumpulan catatan pendek ini terinspirasi oleh anak sulung yang ingin kuliah di Bandung – semoga tercapai ya nak, amiin..

Iklan

Tentang Keping Hidup

Coretan kisah, renungan, makna untuk menyusun keping pengalaman hidup menjadi sebuah gambar utuh yang indah, semoga...
Pos ini dipublikasikan di Twitter dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Tweets.. #1

  1. klik baca berkata:

    sob…link sudah saya pasang di blog saya
    tukeran ya
    thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s