NAD

Alhamdulillah.. saya diijinkan Allah SWT untuk menjejakkan kaki pertama kali di bumi Nanggroe Aceh Darussalam, propinsi paling barat dari negeri tercinta. Mungkin berlebihan kalau mengatakan saya terharu.. tapi memang itu yang terjadi.

Daerah ini pernah merupakan daerah yang sangat makmur pada jaman kerajaan Samudera Pasai. Belum lagi sejarah panjang mempertahankan diri menentang imperialisme membuat saya merenung ulang nasionalisme yang saya miliki.

Ada gambar yang selalu terekam dan membekas dalam benak dan hati saya yaitu saat tsunami menerpa daerah ini. Sebuah masjid yang masih berdiri tegak diantara luluh lantak bangunan sekelilingnya.

‘Pak apakah bisa kita sholat jumat di Masjid Raya?’ tanya saya penuh harap.

‘Oh iya pak bisa, nanti kita sholat di Masjid Baiturrahman’

Mengucap puji dan syukur kepada Pemilik Alam Semesta, jumat siang itu saya turun dari kendaraan dan berjalan kaki memasuki halaman masjid Raya Baiturrahman di kota Banda Aceh, dan masjid itu ada di hadapan saya..

Menapaki tangga masuk masjid, ada suasana sejuk terasa ketika saya berjalan perlahan memasuki masjid ini. Duduk bersila di atas karpet berwarna hijau, memandang arah kiblat ada gambar pintu Kaabah besar berwarna keemasan.

Khotib naik mimbar menyampaikan khotbah jumat, khotib mengingatkan kita saat momen awal tahun 1432H ini untuk menghitung apa saja yang telah kita perbuat. Sesungguhnya manusia yang beruntung itu adalah yang mengerjakan amal soleh.

Ah.. sebuah oleh-oleh nasihat yang sangat indah. Saya mengucapkan salam kepada jamaah yang sama-sama meninggalkan masjid seusai sholat jumat. Menyempurnakan kenangan  akan tanah serambi Mekkah ini.

Oh ya.. saya diajak makan ayam tangkap, kenapa ya disebut dengan nama ini? ayam dihidangkan tertutup daun-daun hijau yang garing ketika dimakan, tidak lupa juga mencoba gulai kambing.. pokoknya makanannya enak kelas satu..

Alhamdulillah.. sahabat blogger punya cerita tentang Aceh?

Iklan

Tentang Keping Hidup

Coretan kisah, renungan, makna untuk menyusun keping pengalaman hidup menjadi sebuah gambar utuh yang indah, semoga...
Pos ini dipublikasikan di Daily life dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

31 Balasan ke NAD

  1. nh18 berkata:

    Banda Aceh ?
    Saya duluuuu sekali pernah kesana … (jauh sebelum Tsunami terjadi)
    Kesan saya pertama kali … kota ini sangat religius …
    Bukan itu saja … saya banyak sekali menemui rambu lalu lintas … sebuah bulatan dengan gambar terompet yang di coret … menandakan kita tidak boleh mengklakson … karena kita melewati Masjid.

    Saya sekali saya belum berkesempatan untuk datang ke Masjid Raya itu …

    Salam saya Pak

  2. Wateper berkata:

    ay ya… dirimoe benar sangad.. disanalah terjipta rangkaian bunga terfanjang untuk fara korban yang memecahkan rekor dunia antah-barantah

  3. arcello berkata:

    waaah…saya belum pernah mengunjungi Aceh
    pengen sebenarnya…
    cuman ga sempet2…maksudnya isi kantongnya yg ga sempet2…

    salam hangat selalu
    http://ayahkuhebat.wordpress.com

  4. thetekter berkata:

    wah saya belum pernah kesana tuh….,

  5. mandor tempe berkata:

    saya juga belum pernah mengunjungi NAD. Sepertinya saya harus menyempatkan ke sana untuk mencoba sholat di Masjid Raya

  6. didien berkata:

    apa kabarnya aceh mas?semenjak tsunami aceh tidak lagi terdengar beritanya, penyaji berita kita memang suka hanya menyajikan berita pada saat kejadian itu saja setelah itu tidak ada beritanya lagi

  7. Deq HAMASah berkata:

    Uho~ Uho~ Kak Keping Hidup beruntung ya bisa solat jumat di Masjid Baiturrahman. Saya envy jadinya, hehe 🙂 Saya ga pernah kesana kak, kalo ada yang ngajakin mau deh ikut 😛

  8. z4nx berkata:

    saya pernah ada kerjaan di aceh, sayang ga nyampe 2 minggu harus pulang lagi karena adik kena DBD, pengen banget masuk masjid baiturrahman itu, ga kesampaian

  9. orange float berkata:

    saya belum pernah ke sana, berharap bisa juga ke sana 🙂

  10. Prima berkata:

    saya belum pernah ke Aceh… apalagi mesjid itu…

    *terus? ya pengen aja… hahahahahha…. 😀

  11. Esti berkata:

    Aceh sungguh indah…

  12. Didi Agenda berkata:

    salam kenal, NAD kota yang religious, nyaman

  13. wahyubmw berkata:

    Alhamdulillah antm bisa ke NAD, suatu kenikmatan yang perlu disyukuri untuk menginjakkan kaki di sisi lain wilayah yg biasa kita injak

  14. mattwahyu berkata:

    NAD, ingin juga kesana, melihat dan merasakan nuansa yang berbeda dari kebiasaan, nuansa religious yg syahdu

  15. Vidzas Erdien berkata:

    Kokohnya masjid semoga menjadikan kokohnya umat Islam di tengah segala upaya penghancurannya

  16. Duniaku berkata:

    sobat ada award dirumahku diambil ya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s