Diantara kata

Ketika bekerja di perusahaan asing, saya menghadap atasan untuk satu urusan pekerjaan. Ketika saya bertanya dan minta pendapatnya dia malah bertanya balik kepada saya dengan kalimat tanya yang sama : what do you think? 

He answered my question with question

Setelah kejadian itu saya belajar satu hal.. menjawab pertanyaan dengan pertanyaan adalah satu tips untuk mengetahui pendapat lawan bicara kita sebelum kita menjawab pertanyaannya.

Wah.. saya selanjutnya seringkali menggunakan cara ini dalam kehidupan saya sehari-hari..

‘Mau kemana kita hari ini?’ maka jawab saya : ‘maunya kemana?’

‘Mau makan dimana? maka jawab saya : ‘maunya dimana?’

Cara ini membuat saya menjadi sangat menyukai pendapat,

I love opinions..

Pada saat menanyakan pendapat, sebenarnya kita sedang mengumpulkan informasi yang kita butuhkan untuk mengambil keputusan. Lebih baik lagi kalau sampai ke tingkat data. Itu sebenarnya yang seharusnya menjadi dasar keputusan kita.

‘Kita sudah berapa kali makan di Pizza H**’

‘Kapan?’ (see.. the quetioning techniques continues..)

‘Ya sat-nite dua minggu lalu’

‘Sat-nite? apa tuh?’

‘Papa ngak gaul.. sat-nite itu malam minggu’

‘Oooh.. kalau begitu sekarang kita makan sat-pad ya..’ 

‘Apa tuh sat-pad?

‘Sate padang..’

‘Oooh ok..’

Nah betul khan.. cara menjawab pertanyaan dengan pertanyaan terbukti bisa mengumpulkan informasi dan data untuk menghasilkan keputusan yang terbaik.

Dipublikasi di Daily life | Tag , , , , , , , , , , , , , , , | 39 Komentar

Rahasia sukses

dari Michael Jordan..  

Saya melakukan lebih dari 9000 kali tembakan tidak masuk ring selama karir, saya kalah dalam hampir 300 pertandingan, saya 26 kali tidak berhasil ketika dipercaya  untuk melakukan tembakan kemenangan, saya gagal dan gagal lagi dalam hidup saya. Dan itu sebabnya mengapa saya sukses.
                                                                       ~
Saya dapat menerima kekalahan, setiap orang mungkin kalah pada sesuatu, tapi saya tidak dapat menerima tidak mencoba.
                                                                       ~
Bakat akan memenangkan pertandingan, tapi kerjasama tim dan kepintaran yang akan memenangkan kejuaraan.
                                                                       ~
Orang bertanya kepada saya : ‘apakah saya bisa terbang?’ saya jawab : ‘ya.. walaupun hanya sebentar..’

Not bad.. salam sukses!

Dipublikasi di Daily life | Tag , , , , , , , , , , , , , , , | 43 Komentar

Duluan ya..

Seorang bule berbaik hati menawarkan diri untuk membantu mengambilkan foto. Mungkin dari tadi melihat kami berdua bergantian berfoto. Merekam langit sore yang indah di Nusa Dua.

No sunset.. karena pantai ini berada di sisi Timur pulau Bali.

Ada pasangan bule yang sedang menikah. Banyak kursi tamu di atas pasir lengkap dengan umbul-umbul warna putih. Dari bar mengalun lagu – denpasar moon – sayup terdengar bersama deru angin pantai.

Waktu.. mengapa engkau berjalan begitu cepat?

Pantai perlahan menjadi gelap.. kami bangkit dari kursi pantai. Saat berjalan kaki kembali ke hotel kami menyusul bule yang tadi menolong memfoto. Saya berbisik kepada istri : apa bahasa inggrisnya – duluan ya? dia malah tertawa sambil mengangkat bahu.

‘See you around..’ saya menyapa si bule ketika melewatinya

Sepertinya – duluan ya – memang tidak ada di bahasa Inggris ya?. Itu memang khasnya budaya kita, ‘punten ah.. abdi ka payun’  is absolutely no match dengan terjemahan versi googlenya : ‘yes first’.

 Denpasar moon.. shine your light and let me see

Dipublikasi di Daily life | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , | 28 Komentar

aku datang ya ALLAH

Satu siang, kami keluar dari maktab untuk menunaikan ibadah sholat Dzuhur di Masjidil Haram. Dalam perjalanan saya melihat seorang remaja memegang gambar Kabah yang dipenuhi umat Islam yang bertawaf.

Dia mungkin sedang menjajakan untuk menjual. Mata saya tertuju pada kalimat yang tertulis di bagian bawah gambar tersebut:

To know Allah’s will is the Greatest Treasure
and to do it is the Greatest Pleasure
(Mengetahui kehendak Allah adalah Harta yang Tak Ternilai
dan Mengerjakannya adalah Kebahagiaan Terbesar)

Saya tertegun membacanya dan membuat langkah terhenti. Merasa heran karena selama ini jarang sekali bertemu dengan kalimat berbahasa Inggris di Mekah. 

Kami melangkahkan kaki melanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram. Namun kalimat tadi terus terngiang di hati dan pikiran. Saat itu sungguh merasa sangat bersyukur..

Islam adalah agama yang sempurna dan dirahmati Allah SWT, yang merupakan harta yang tidak ternilai. Harus mensyukuri dan menjaganya sekuat tenaga sampai akhir hayat.

“Hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’matKu dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS Al-Maa’idah 05:03).

Memasuki Masjidil Haram gambar yang dijajakan remaja tadi berubah menjadi pemandangan yang nyata..

Umat muslim memadati seluruh area tawaf merupakan bentuk penghambaan yang  benar-benar dilaksanakan dengan kebahagiaan hati yang ikhlas serta cinta yang mutlak.

Bukan hanya mendatangi ‘rumah’ tapi menjumpai ‘pemilik’ Nya.

Ya Allah, hati kami rindu selalu ingin pulang ke Tanah suciMu, tempat Nabi-nabi pilihanMu menegakkan kalimat Tauhid bahwa tiada tuhan selain Allah. Hanya Engkau ya Allah..

Sampai hari terakhir di Mekah sebelum keberangkatan ke Arofah, tidak berhasil bertemu kembali remaja yang menjajakan gambar tersebut. Semoga kalimat itu menjadi nasehat dan mendekapnya erat-erat sampai akhir hayat. Amiin.

Catatan perjalanan haji tahun 2006.

Dipublikasi di Islam | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 12 Komentar

Tertib

 

Tertib itu sikap, perilaku atau budaya?

~

Minggu yang sibuk, saya harus menyiapkan presentasi dalam sebuah meeting. Pagi itu saya memesan taksi karena ingin memanfaatkan waktu untuk masih dapat memperbaiki bahan presentasi selama perjalanan menuju tempat tujuan.

Dalam taksi saya merasa pengemudi membawa mobil kurang nyaman, mungkin hal ini makin terasa karena saya melihat ke layar notebook. Saya jadi teringat beberapa perusahaan taksi melatih pengemudinya dengan ‘defensive driving’

‘Defensive driving’ adalah pelatihan yang mengajarkan pengemudi untuk dapat membawa kendaraan dengan nyaman antara lain : tidak membunyikan klakson kecuali ada yang menghalangi dan tidak menyusul jika tidak memungkinkan. 

Saya memberitahu ke pengemudi untuk perlahan saja. Sampai di tempat tujuan saya memberikan tips dan mendoakan pengemudi bisa mendapatkan rezeki yang baik dari Allah SWT. Pengemudi taksi membalas mendoakan.

Presentasi saya? sukses.. karena persiapan saya baik tadi malam? ehm.. mungkin tidak juga.. wong saya masih buka notebook dalam perjalanan kok. Mungkin sekali doa pengemudi taksi tadi dikabulkan Allah SWT.. Alhamdulillah.    

~

Ketika makan siang, saya sebutkan saja ya supaya seru.. makan sate dan es jeruk. Salah seorang teman mengatakan kalau di Indonesia itu halte bisnya panjang, lho kok panjang? tanya saya ingin tahu..

Iya karena bisnya bisa berhenti dimana saja, kalau sedang menaikkan dan menurunkan penumpang katanya lagi.. buat saya humor itu walaupun terdengar lucu tapi ada yang mengganjal di hati. Saya terpaksa harus minum es jeruknya..

~

Masih mengenai tertib di jalan raya, saya mendengarkan percakapan dua orang penyiar di sebuah radio..

Penyiar 1 : ‘ayah saya mempunyai hobi bersepeda..’

Penyiar 2 : ‘sehat dong ayah kamu..’

Penyiar 1 : ‘peralatan di rumah saya minimalis jadi rumah tidak terasa penuh’

Penyiar 2 : ‘bagus juga selera ayah kamu..’

Penyiar 1 : ‘yang suka minimalis itu saya..’

Penyiar 2 : ‘oh.. kalau sedang bicara dan mau ganti topik pakai lampu sein dong..’

Penyiar 1 : ‘huh??’ 

Dipublikasi di Daily life | Tag , , , , , , , , , , , , , | 44 Komentar

Memaafkan

Saya pagi ini mendengarkan acara Bengkel Hati yang dibawakan oleh Ustad Danu dan disiarkan langsung dari Masjid Annida di komplek studio TPI. Hikmah yang saya dapat pagi ini adalah : memaafkan.

Dalam menjawab pertanyaan dari jamaah yang mendapatkan penyakit stroke dan tumor, Ustad Danu bertanya apakah jamaah tersebut cepat marah kepada orang lain dan juga  bertanya apakah marah itu disimpan di dalam hati?

Menahan marah saja ternyata belum cukup karena baru tahap 1, kalau kemarahan itu disimpan dalam hati akan menimbulkan penyakit. Yang lebih penting adalah tahap 2, yaitu..

Memaafkan karena Allah SWT

*

Saya jadi teringat dulu pernah membacakan sebuah cerita kepada anak sebelum tidur, tapi nampaknya saya yang banyak belajar dibandingkan anak bungsu yang sudah tertidur pulazzz :

Dahulu kala, ada seorang soleh yang mempunyai pelayan perempuan. Ketika sahabat-sahabatnya sedang bertamu, pelayan itu menumpahkan piring yang berisi sup yang membuat para tamu yang hadir terkejut dengan kejadian itu.

Si Tuan sangat marah, kemudian pelayan yang hafal Al Qur’an membaca ayat :
              “Dan orang-orang yang menahan amarahnya ” (QS Ali Imron : 134).
Tuannya menimpali : ” kami telah menahan amarah kami” lalu diapun terdiam.

Pelayan itu kembali membaca lanjutan ayat :
                  “Dan memaafkan kesalahan orang ” (QS Ali Imron : 134).
Tuannya menjawab : ” kami telah memaafkan kesalahan kamu “.

Pelayan itu meneruskan bacaannya : 
        “Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan ” (QS Ali Imron : 134).
Tuannya menjawab : Maha Benar Allah, kami telah berbuat baik padamu. Sekarang kamu bebas (dari perbudakan) karena Allah”. 

(Dikutip dari Buku : Kisah Pengantar Tidur – Najwa Husein Abdul Aziz)

Dipublikasi di Islam | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 51 Komentar

Teras rumah

Postingan ini merupakan lanjutan Lentera hati

~

Di hari ulang tahun Iban, ketiga sahabat berkumpul di teras rumah Iban yang berukuran  lima kali tiga meter persegi. Teras rumah Iban terbuka dengan dua kayu penyangga di kedua pojoknya seakan membiarkan angin bebas bertamu. 

Angin selalu berhembus di setiap sore menyapa daun-daun pohon mangga di sebelah barat teras rumah, menimbulkan suara gemerisik yang mengiringi gerak daun yang menari. Daun yang tak kuat berpegangan tangan pada tangkai jatuh karenanya. 

‘Ini untukmu Ban’ kata Fadil memberikan hadiah yang tadi malam dibungkusnya dengan kertas sampul buku berwarna coklat. Iban membuka bungkus kado, ternyata sebuah buku cerita, Iban membaca judulnya : Tintin – Ekspedisi ke Bulan.

‘Kami ingat kamu ingin jadi Astronout’ kata Damar.

‘Terima kasih’ kata Iban bahagia.

Fadil dan Damar mengetahuinya sebulan yang lalu di teras rumah Iban, ketika Iban bercerita tentang mimpinya menjadi ilmuwan yang dapat melihat bumi dari luar angkasa. Pasti indah. 

‘Aku ingin jadi pengusaha’ kata Fadil.

Iban dan Damar mengangguk tanda mendukung. Mereka tahu Fadil yang selalu bersemangat mengayuh sepeda dengan kecepatan tinggi. Seperti pukulan McEnroe yang deras ke arah lawan dan membuat dirinya menjadi juara Wimbledon.

‘Aku mau mendaki pegunungan Jayawijaya..’ kata Damar.

Fadil dan Iban tertegun, mereka tidak bisa menyembunyikan rasa kagum. Namun Fadil dan Iban bisa membayangkan Damar berdiri di puncak pegunungan yang tertutup salju abadi itu. Pasti juga indah.

Sore itu, di teras rumah Iban.. ikrar persahabatan dan cita-cita ketiga sahabat diucapkan. Ditulis bersama angin yang berhembus kencang membawanya terbang ke atas menembus awan.

‘Ban, aku habiskan kue mangkuknya ya’ pinta Fadil.

‘Aku juga mau..’ Damar buru-buru menyambung.

Mereka menikmati petualangan rasa sirup frambozen dengan es batu dan kue mangkuk buatan Ibu Iban. Iban tidak terlalu peduli kue ulang tahunnya yang hampir habis. Seleranya ada pada buku cerita baru yang sedang asyik dibacanya. 

Ayah Iban datang menyapa mereka. ‘Ayah akan ke Jakarta hari Minggu besok, jika diperbolehkan kalian boleh ikut..’. Fadil dan Damar saling berpandangan, ya..itu tandanya mereka harus segera mengurus visa izin dari orang tua. 

Fadil dan Damar bergegas pamit, mereka tidak berjalan ke arah tangga tapi naik ke dinding teras setinggi lutut di depan mereka. Rumput halaman terhampar luas di depan teras, warna hijaunya seperti diwarnai oleh crayon. 

Fadil dan Damar meloncat gembira dan berlari pulang. Seandainya saja ada juru foto yang bisa menghentikan detik waktu untuk merekam gaya mereka ketika meloncat : horee ke Jakarta!..  – klik –

Dipublikasi di Story | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 28 Komentar