Diantara kata

Ketika bekerja di perusahaan asing, saya menghadap atasan untuk satu urusan pekerjaan. Ketika saya bertanya dan minta pendapatnya dia malah bertanya balik kepada saya dengan kalimat tanya yang sama : what do you think? 

He answered my question with question

Setelah kejadian itu saya belajar satu hal.. menjawab pertanyaan dengan pertanyaan adalah satu tips untuk mengetahui pendapat lawan bicara kita sebelum kita menjawab pertanyaannya.

Wah.. saya selanjutnya seringkali menggunakan cara ini dalam kehidupan saya sehari-hari..

‘Mau kemana kita hari ini?’ maka jawab saya : ‘maunya kemana?’

‘Mau makan dimana? maka jawab saya : ‘maunya dimana?’

Cara ini membuat saya menjadi sangat menyukai pendapat,

I love opinions..

Pada saat menanyakan pendapat, sebenarnya kita sedang mengumpulkan informasi yang kita butuhkan untuk mengambil keputusan. Lebih baik lagi kalau sampai ke tingkat data. Itu sebenarnya yang seharusnya menjadi dasar keputusan kita.

‘Kita sudah berapa kali makan di Pizza H**’

‘Kapan?’ (see.. the quetioning techniques continues..)

‘Ya sat-nite dua minggu lalu’

‘Sat-nite? apa tuh?’

‘Papa ngak gaul.. sat-nite itu malam minggu’

‘Oooh.. kalau begitu sekarang kita makan sat-pad ya..’ 

‘Apa tuh sat-pad?

‘Sate padang..’

‘Oooh ok..’

Nah betul khan.. cara menjawab pertanyaan dengan pertanyaan terbukti bisa mengumpulkan informasi dan data untuk menghasilkan keputusan yang terbaik.

Iklan
Dipublikasi di Daily life | Tag , , , , , , , , , , , , , , , | 39 Komentar

Superheroes

Tadi malam si bungsu menanyakan apa yang membuat saya suka membaca. Wah.. tidak mudah menjawab pertanyaan ini.. apa yang dulu saya baca? tanya dia lagi.  Saya harus jujur mengatakan dulu saya suka membaca buku cerita, komik superhero tepatnya.

Mungkin itu awalnya saya menyenangi membaca buku, sehabis pulang sekolah dan berganti baju, saya mengambil buku komik dan membacanya di kamar.

Sebentar, saya coba menceritakan komik superhero kepada si bungsu.

Begini…

1. Kekuatan superhero

Biasanya di awal komik diceritakan asal usul bagaimana pertama kali mendapatkan kekuatan superhero.

Gundala Putra Petir yang disambar petir lalu pingsan.. ketika sadar dia punya kekuatan super yaitu : petir yang bisa dipancarkan dari tangan dan kecepatan lari secepat angin wuzzz..

2. Pakaian superhero

Superhero biasanya memakai kostum keren dan memakai topeng, tidak dikenal identitasnya.

Godam adalah superhero Indonesia yang bisa terbang dan pakaiannya anti peluru dengan huruf G di dada. Kenapa namanya Godam? karena pukulannya sangat dahsyat sekeras godam (palu besar).. si bungsu menganga mulutnya.  

3. Ketika berubah jadi superhero

Ketika panggilan untuk membela kebenaran datang.

Superman biasanya pura-pura mau kemanaa gitu.. pamit sebentar.. lari mencari tempat berganti kostum, tapi paling sering ke kotak telpon umum.. halo? dan eng.. ing.. eng.. Superman datang membela kebenaran!

4. Perkelahian superhero

Superhero biasanya mempunyai musuh tetap.. dan dalam komik pertarungan superhero selalu digambarkan seru.

‘Pakai jurus ya?’ si bungsu matanya berbinar

‘Iya.. dan biasanya ini digambarkan dengan huruf besar : * P O W ! *   * O U C H ! *

 5. Identitas superhero

Setiap superhero merahasiakan identitas siapa mereka sebenarnya. Superman bekerja di koran Daily Planet, Gundala itu dosen sekaligus peneliti dan Godam mempunyai pekerjaan sebagai pengemudi.

‘Ingat gak kejadian abang (begitu kami memanggil si Sulung) kemarin?’ tanya saya kepada si bungsu.

*

Bip… ada notifikasi bbm yang masuk di grup Home

‘Pa, abang pulangnya agak telat.. ban angkotnya bocor’

‘Ha.. ha.. ha :D’ Si bungsu íkutan nimbrung

‘Susah nih bantuin abang supirnya ganti ban’ balas si Sulung kemudian

‘Ya udah ngak usah dibantuin, pindah angkot ajah’

‘Kasian ngak ada yang bantuin, yang lain sudah pada pindah angkot’ jelas si Sulung lagi.

*

Saya menengok si bungsu…

‘Jadi ada sifat superhero dalam setiap orang untuk membela ‘kebenaran’ menunjuk dada si bungsu.

Ha.. that’s my final remark karena malam sudah tidak muda.. tapi rasanya ada point penting sudah tersampaikan ke si bungsu. Masih teringat Ibu yang selalu mengingatkan untuk segera makan siang ketika asik membaca sehabis pulang sekolah, saya harus segera menutup buku komik itu..

Dipublikasi di Book | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , | 38 Komentar

Rahasia sukses

dari Michael Jordan..  

Saya melakukan lebih dari 9000 kali tembakan tidak masuk ring selama karir, saya kalah dalam hampir 300 pertandingan, saya 26 kali tidak berhasil ketika dipercaya  untuk melakukan tembakan kemenangan, saya gagal dan gagal lagi dalam hidup saya. Dan itu sebabnya mengapa saya sukses.
~
Saya dapat menerima kekalahan, setiap orang mungkin kalah pada sesuatu, tapi saya tidak dapat menerima tidak mencoba.
~
Bakat akan memenangkan pertandingan, tapi kerjasama tim dan kepintaran yang akan memenangkan kejuaraan.
~
Orang bertanya kepada saya : ‘apakah saya bisa terbang?’ saya jawab : ‘ya.. walaupun hanya sebentar..’

Not bad.. salam sukses!

Dipublikasi di Daily life | Tag , , , , , , , , , , , , , , , | 43 Komentar

Duluan ya..

Seorang bule berbaik hati menawarkan diri untuk membantu mengambilkan foto. Mungkin dari tadi melihat kami berdua bergantian berfoto. Merekam langit sore yang indah di Nusa Dua.

No sunset.. karena pantai ini berada di sisi Timur pulau Bali.

Ada pasangan bule yang sedang menikah. Banyak kursi tamu di atas pasir lengkap dengan umbul-umbul warna putih. Dari bar mengalun lagu – denpasar moon – sayup terdengar bersama deru angin pantai.

Waktu.. mengapa engkau berjalan begitu cepat?

Pantai perlahan menjadi gelap.. kami bangkit dari kursi pantai. Saat berjalan kaki kembali ke hotel kami menyusul bule yang tadi menolong memfoto. Saya berbisik kepada istri : apa bahasa inggrisnya – duluan ya? dia malah tertawa sambil mengangkat bahu.

‘See you around..’ saya menyapa si bule ketika melewatinya

Sepertinya – duluan ya – memang tidak ada di bahasa Inggris ya?. Itu memang khasnya budaya kita, ‘punten ah.. abdi ka payun’  is absolutely no match dengan terjemahan versi googlenya : ‘yes first’.

 Denpasar moon.. shine your light and let me see

Dipublikasi di Daily life | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , | 28 Komentar

aku datang ya ALLAH

Satu siang, kami keluar dari maktab untuk menunaikan ibadah sholat Dzuhur di Masjidil Haram. Dalam perjalanan saya melihat seorang remaja memegang gambar Kabah yang dipenuhi umat Islam yang bertawaf.

Dia mungkin sedang menjajakan untuk menjual. Mata saya tertuju pada kalimat yang tertulis di bagian bawah gambar tersebut:

To know Allah’s will is the Greatest Treasure
and to do it is the Greatest Pleasure
(Mengetahui kehendak Allah adalah Harta yang Tak Ternilai
dan Mengerjakannya adalah Kebahagiaan Terbesar)

Saya tertegun membacanya dan membuat langkah terhenti. Merasa heran karena selama ini jarang sekali bertemu dengan kalimat berbahasa Inggris di Mekah. 

Kami melangkahkan kaki melanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram. Namun kalimat tadi terus terngiang di hati dan pikiran. Saat itu sungguh merasa sangat bersyukur..

Islam adalah agama yang sempurna dan dirahmati Allah SWT, yang merupakan harta yang tidak ternilai. Harus mensyukuri dan menjaganya sekuat tenaga sampai akhir hayat.

“Hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’matKu dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS Al-Maa’idah 05:03).

Memasuki Masjidil Haram gambar yang dijajakan remaja tadi berubah menjadi pemandangan yang nyata..

Umat muslim memadati seluruh area tawaf merupakan bentuk penghambaan yang  benar-benar dilaksanakan dengan kebahagiaan hati yang ikhlas serta cinta yang mutlak.

Bukan hanya mendatangi ‘rumah’ tapi menjumpai ‘pemilik’ Nya.

Ya Allah, hati kami rindu selalu ingin pulang ke Tanah suciMu, tempat Nabi-nabi pilihanMu menegakkan kalimat Tauhid bahwa tiada tuhan selain Allah. Hanya Engkau ya Allah..

Sampai hari terakhir di Mekah sebelum keberangkatan ke Arofah, tidak berhasil bertemu kembali remaja yang menjajakan gambar tersebut. Semoga kalimat itu menjadi nasehat dan mendekapnya erat-erat sampai akhir hayat. Amiin.

Catatan perjalanan haji tahun 2006.

Dipublikasi di Islam | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 12 Komentar

Sudah halaman berapa?

Kalimat tanya itu biasa diajukan jika kita sedang membaca buku cerita. Tapi kali ini saya bertanya kepada istri yang sedang membaca peta Jakarta.. ya kami sedang memenuhi undangan teman. Dua tahun yang lalu pernah ke sana tapi lupa lupa syairnya.

Jam 4:30 sore, malam minggu kami dari jalan Ciputat Raya belok kiri ke jalan Ciledug Raya, nah itu di halaman 54.. dan ternyata jalan sampai dengan jalan HOS Cokroaminoto itu ada 3 halaman, yaitu halaman 53, 52 kemudian bersambung ke halaman 42.

Dalam misi Dora the Explorer ini, kami menggunakan peta Jakarta edisi tahun 1997/1998 karya Gunther W Holtorft. Jaman baheula.. di halaman depannya masih tertulis harganya Rp. 58.000,- sekarang mungkin sudah Rp. 250.000,- kali ya?

Saya harus mengerem karena angkutan kota di depan berhenti mendadak, badan kami  agak terdorong ke depan. ‘Newton 1 ya..’ (maaf untuk yang lupa ini rumus tentang gaya) kata saya, karena malam sebelumnya kami mengajari anak yang akan test fisika mengenai hukum Newton.

Wah ternyata memang jalannya macet..’di peta ini kok ada jalan tol?’ tanya istri sambil  menunjuk peta. Hmm itu berarti ‘future ring road’ di peta itu setelah lebih dari sepuluh tahun belum dapat direalisasikan..

Jadi teringat pelawak warung kopi DKI yang pergi ke luar negeri dan kagum dengan gedung tinggi. Ketika ditanya kapan dibuatnya?, si bule menjawab : ‘saya tidak mengetahui.. setahun yang lalu saya lewat sini belum ada’ katanya.

Ketika lewat jembatan yang panjang, ditanya lagi kapan dibuatnya? si bule menjawab : saya tidak mengetahui, enam bulan yang lalu saya lewat sini belum ada katanya. Kesal dengan jawaban ini.. maka giliran si bule diundang ke Indonesia.

Di Jakarta, si bule diajak lewat jembatan Semanggi. Si bule kagum dan bertanya  kapan jembatan dibuat. Kesempatan emas ini tidak disia-siakan, langsung dijawab : ‘wah saya tidak mengetahui.. kemarin sore saya lewat sini belum ada..’

‘Sudah halaman berapa?’ tanya saya pada istri sebagai co-driver. ‘Masih di halaman 53..’ katanya.  ‘harus tambah cepat nih..’ kata saya panik karena belum sholat Maghrib. “Newton 2..’ kata istri (nah kalau ini rumus tentang percepatan).

Alhamdulillah kami dapat menunaikan sholat maghrib di masjid besar di depan komplek rumah teman saya, baru kami menuju rumahnya. Mungkin karena habis ‘rally’ dan juga  makanannya enak.. sewaktu acara makan malam saya tambah dan berkata pada istri :

‘Makan yang banyak supaya cepat kurus..’ (hukum Newton 3?)

Dipublikasi di Daily life | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 30 Komentar

Tertib

Tertib itu sikap, perilaku atau budaya?

~

Minggu yang sibuk, saya harus menyiapkan presentasi dalam sebuah meeting. Pagi itu saya memesan taksi karena ingin memanfaatkan waktu untuk masih dapat memperbaiki bahan presentasi selama perjalanan menuju tempat tujuan.

Dalam taksi saya merasa pengemudi membawa mobil kurang nyaman, mungkin hal ini makin terasa karena saya melihat ke layar notebook. Saya jadi teringat beberapa perusahaan taksi melatih pengemudinya dengan ‘defensive driving’

‘Defensive driving’ adalah pelatihan yang mengajarkan pengemudi untuk dapat membawa kendaraan dengan nyaman antara lain : tidak membunyikan klakson kecuali ada yang menghalangi dan tidak menyusul jika tidak memungkinkan.

Saya memberitahu ke pengemudi untuk perlahan saja. Sampai di tempat tujuan saya memberikan tips dan mendoakan pengemudi bisa mendapatkan rezeki yang baik dari Allah SWT. Pengemudi taksi membalas mendoakan.

Presentasi saya? sukses.. karena persiapan saya baik tadi malam? ehm.. mungkin tidak juga.. wong saya masih buka notebook dalam perjalanan kok. Mungkin sekali doa pengemudi taksi tadi dikabulkan Allah SWT.. Alhamdulillah.

~

Ketika makan siang, saya sebutkan saja ya supaya seru.. makan sate dan es jeruk. Salah seorang teman mengatakan kalau di Indonesia itu halte bisnya panjang, lho kok panjang? tanya saya ingin tahu..

Iya karena bisnya bisa berhenti dimana saja, kalau sedang menaikkan dan menurunkan penumpang katanya lagi.. buat saya humor itu walaupun terdengar lucu tapi ada yang mengganjal di hati. Saya terpaksa harus minum es jeruknya..

~

Masih mengenai tertib di jalan raya, saya mendengarkan percakapan dua orang penyiar di sebuah radio..

Penyiar 1 : ‘ayah saya mempunyai hobi bersepeda..’

Penyiar 2 : ‘sehat dong ayah kamu..’

Penyiar 1 : ‘iya.. peralatan di rumah saya minimalis jadi rumah tidak terasa penuh’

Penyiar 2 : ‘bagus juga selera ayah kamu..’

Penyiar 1 : ‘yang suka minimalis itu saya..’

Penyiar 2 : ‘oh.. kalau sedang bicara dan mau ganti topik pakai lampu sein dong..’

Penyiar 1 : ‘hah??’

Dipublikasi di Daily life | Tag , , , , , , , , , , , , , | 44 Komentar