Tertib

 

Tertib itu sikap, perilaku atau budaya?

~

Minggu yang sibuk, saya harus menyiapkan presentasi dalam sebuah meeting. Pagi itu saya memesan taksi karena ingin memanfaatkan waktu untuk masih dapat memperbaiki bahan presentasi selama perjalanan menuju tempat tujuan.

Dalam taksi saya merasa pengemudi membawa mobil kurang nyaman, mungkin hal ini makin terasa karena saya melihat ke layar notebook. Saya jadi teringat beberapa perusahaan taksi melatih pengemudinya dengan ‘defensive driving’

‘Defensive driving’ adalah pelatihan yang mengajarkan pengemudi untuk dapat membawa kendaraan dengan nyaman antara lain : tidak membunyikan klakson kecuali ada yang menghalangi dan tidak menyusul jika tidak memungkinkan. 

Saya memberitahu ke pengemudi untuk perlahan saja. Sampai di tempat tujuan saya memberikan tips dan mendoakan pengemudi bisa mendapatkan rezeki yang baik dari Allah SWT. Pengemudi taksi membalas mendoakan.

Presentasi saya? sukses.. karena persiapan saya baik tadi malam? ehm.. mungkin tidak juga.. wong saya masih buka notebook dalam perjalanan kok. Mungkin sekali doa pengemudi taksi tadi dikabulkan Allah SWT.. Alhamdulillah.    

~

Ketika makan siang, saya sebutkan saja ya supaya seru.. makan sate dan es jeruk. Salah seorang teman mengatakan kalau di Indonesia itu halte bisnya panjang, lho kok panjang? tanya saya ingin tahu..

Iya karena bisnya bisa berhenti dimana saja, kalau sedang menaikkan dan menurunkan penumpang katanya lagi.. buat saya humor itu walaupun terdengar lucu tapi ada yang mengganjal di hati. Saya terpaksa harus minum es jeruknya..

~

Masih mengenai tertib di jalan raya, saya mendengarkan percakapan dua orang penyiar di sebuah radio..

Penyiar 1 : ‘ayah saya mempunyai hobi bersepeda..’

Penyiar 2 : ‘sehat dong ayah kamu..’

Penyiar 1 : ‘peralatan di rumah saya minimalis jadi rumah tidak terasa penuh’

Penyiar 2 : ‘bagus juga selera ayah kamu..’

Penyiar 1 : ‘yang suka minimalis itu saya..’

Penyiar 2 : ‘oh.. kalau sedang bicara dan mau ganti topik pakai lampu sein dong..’

Penyiar 1 : ‘huh??’ 

Iklan

Tentang Keping Hidup

Coretan kisah, renungan, makna untuk menyusun keping pengalaman hidup menjadi sebuah gambar utuh yang indah, semoga...
Pos ini dipublikasikan di Daily life dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

44 Balasan ke Tertib

  1. camera berkata:

    wahwah….

    mantap banget….

    harusnya tertib itu dijadikan budaya…

    kapa ya itu bisa terlaksana di negara kita????

    makasih infonya…

    salam hangat…

  2. Blog Keluarga berkata:

    Masih bingung dengan cerita dua penyiarnya…

    • Keping Hidup berkata:

      Dua penyiar itu berbicara tentang tata tertib berbicara yang tiba-tiba pindah subyek pembicaraan, sehingga lawan bicaranya bingung..

      Analoginya kalau di jalan mobil mau belok tapi tidak pakai lampu sein, sehingga mobil lain jadi bingung 😀

  3. lukmanjack berkata:

    Sikap tertib harus diterapkan dalam kesadaran tiap pribadi masing-masing sehingga suatu saat nanti tertib akan membudaya di negara kita dan semoga cepat terlaksana.

  4. nh18 berkata:

    Waw …
    Ada tiga ilustrasi nih … I like it …

    But …
    yang ketiga itu … saya ngakak …
    ini mah bukan masalah ketertiban … tapi masalah … Listening skill
    hahahaha

    Salam saya Pak Indra

  5. Didien® berkata:

    tertib itu sikap yg harus di budayakan sejak dini…
    kalo sopir angkot c.s mah memang ga ada kesadaran akan tertib berlalulintas..krn yg ada di otaknya cuma cari duit sebanyak-banyaknya *emosi.com* hehehehe..maklum, punya masa lalu buruk dg sopir angkot heuheu…

    salam, ^_^

  6. bluethunderheart berkata:

    mantab
    menarik
    salam hangat dari blue

  7. wardoyo berkata:

    Saya suka sikap tertib, seperti juga saya senang budaya tertib.
    Manis sekali hidangan penutupnya…

    *masalahnya, dalam sejarah, ruang gerak kita pernah dibatasi oleh “komando keamanan dan ketertiban” yang bikin trauma.*

    • Keping Hidup berkata:

      Pertama-tama harus ada kesadaran akan indahnya tertib – kemudian menjadi kebutuhan – lalu menjadi sikap dan perilaku – akhirnya menjadi budaya deh.. yang melekat dalam kehidupan sehari-hari

      eh.. betul ngak sih? 😀

  8. rainbroccoli berkata:

    Kalo ga tertib yang susah bukan cuma diri kita sendiri, tapi juga orang-orang yang ada di dekat kita…gubrak deh… 🙂

  9. sunarnosahlan berkata:

    semoga bisa tertib dalam segala hal

    • Keping Hidup berkata:

      Iya betul ya pak Narno – hidup ini ada prosedurnya ya.. : harus beribadah sholat lima waktu dengan tertib salah satunya..

      Ya Allah.. rahmatilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan sampaikan umur kami kepada bulan Ramadhan Amiinn..

  10. hmcahyo berkata:

    salam kenal… blm prnh kesini keknya 😀

  11. krupukcair berkata:

    asyik di baca nie…. terus blogging pantang mundur….

  12. muamdisini berkata:

    budaya tertib, apalagi di jalan raya, sekarang sudah jadi hal yang cukup langka..

  13. 'Ne berkata:

    Salam.. mari kita budayakan tertib dan disiplin di awali dari diri kita dan keluarga serta lingkungan kita. yang terpenting tanamkan disiplin dan tertib di dalam diri kita dahulu. nice post, mari kita bertetangga pak dan bertukar link 🙂

  14. Bee'J berkata:

    membudayakan diri sendiri dulu deh untuk tertib dimana saja berada… 😀

  15. tertib di indonesia tergantung kebiasaan nya seperti apa.. kapan tertibnya kita sesuai dengan aturan 🙂

  16. joe berkata:

    seharusnya para pejabat memberi contoh dulu ya…

  17. fitrimelinda berkata:

    setuju bgt tu..halte dinegeri ini mang panjang bgt…

  18. NoRLaNd berkata:

    Baru saja saya belajar mata kuliah “ETIKA PROFESI”,
    Disana dijelaskan bahwa, Tertib adalah hal yang sangat penting. Karena, dengan kita membiasakan hidup tertib, segala sesuatu yang terkait dengan hidup kita akan menjadi lebih damai =)

  19. Caride™ berkata:

    tertib itu indah ya sebenarnya…ga semrawut dan sumpek….
    *berhayal seluruh warga Indonesia tertib semua*

  20. NoRLaNd berkata:

    Thx y =)
    btw, link mu da ku taruh, salam kenal juga =)

  21. kang ian berkata:

    heehe kayanya orang indonesia harus diajarkan deh cara cara untuk hidup tertib 😀
    makasih pak 🙂

    ==
    Juragan Kampus numpang eksis juga disini yah :
    Mati Listrik, Batal Ujian

    • Keping Hidup berkata:

      Tertib sesuai prosedur – karena aturan kehidupan sudah ditetapkan dalam Al Quran dan Hadits – semoga kita menjadi orang yang menjalankannya dengan istiqomah dan menjadi orang yang bertaqwa Amiin..

  22. sapta berkata:

    semoga indonesia bisa tertib dan semoga saya bisa tertib dlm segala hal.. hmm.. mgkn harus dimulai dari diri sendiri kali yaa..
    😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s