Lentera hati

Postingan ini merupakan lanjutan Duduk di pohon

~

Fadil akhirnya bisa menyusul Damar. Anak itu kalau naik sepeda memang gila, sejumlah luka di lututnya seakan menjadi tanda tangan yang menunjukkan berapa kali dia pernah jatuh. ‘ini waktu kita hampir menabrak bebeknya pak Bustomi kemarin itu’ katanya memamerkan luka yang belum kering kepada sahabatnya.

‘Dan yang ini..’ belum selesai ucapnya, kedua sahabatnya langsung menyambung ‘waktu jatuh di tikungan dekat kali di ujung desa’ hafal dengan lagak sahabat mereka. Fadil mengangguk-angguk mengiyakan sambil mengusap bekas luka favoritnya, seakan dia baru saja mendapat tanda tangan dari Michael Schumacher, pembalap idolanya.   

Iban sampai di depan warung Pak Haji. Di depan warung berjejer beras berbagai kwalitet yang bisa dilihat dari warna putihnya, di atasnya digantung jajanan yang membuat ramai pemandangan warung.  Iban menyandarkan sepeda di tiang kayu depan warung, tanah yang menjadi alas warung sedikit lebih tinggi dibandingkan permukaan jalan yang berdebu.

‘Pak beli sirup frambozen’ serunya dengan nafas yang masih terengah, mencoba mengatur iramanya 4/4 seperti lagu kebangsaan Indonesia Raya. Iban memang berbadan gemuk, jadi dia tidak pernah menang kalau adu cepat naik sepeda dengan kedua sahabatnya. 

Pak Haji keluar menggunakan sarung dan kaos putih, berjalan pelan mengambil sirup dari rak, dia hafal benar tempat dagangannya. Belum sempat lurus tangan Pak Haji mengulurkan sirup dari dalam di atas tumpukan beras, Iban sudah menyambar dan memberikan uang yang diberikan ibunya. Pak Haji memeriksa lipatan uang di telapak tangannya, pas sesuai harga.     

Iban mengambil sepedanya, bersamaan datangnya Fadil dan Damar di depan warung. ‘Besok kalian datang ya’ kata Iban sambil mengayuh sepedanya, tidak menunggu jawaban dari kedua sahabatnya yang masih terdiam masih di atas sepedanya masing-masing.

Fadil mengangkat tangan kirinya menahan Damar untuk tidak beranjak dari posisi mereka, wajahnya serius menandakan dia sedang memikirkan sesuatu. Fadil dan Damar berpandangan, mereka hampir saja melupakan hari bahagia sahabat mereka.   

Malam itu lampu padam. Iban menyandarkan kepalanya di pangkuan ibunya sambil bermain bayang-bayang tangan dengan cahaya lilin. Iban membuat ibunya tergelak saat kedua tangannya mencoba menirukan tingkah polah kedua sahabatnya, Fadil dan Damar.

Mereka terus bercakap sampai larut sambil menatap cahaya dari lilin yang sudah tinggal separuh. Ibunya memberikan nasihat kepada Iban untuk tetap teguh memegang agama yang akan menolongnya di dunia dan akhirat nanti.

Tiba-tiba lampu menyala. Ibunya baru menyadari bahwa Iban sudah terlelap dalam  pangkuannya, sambil mengusap kepala Iban maka mengalirlah doa-doa untuk anak kesayangannya itu.

Iklan

Tentang Keping Hidup

Coretan kisah, renungan, makna untuk menyusun keping pengalaman hidup menjadi sebuah gambar utuh yang indah, semoga...
Pos ini dipublikasikan di Story dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

46 Balasan ke Lentera hati

  1. Bee'J berkata:

    Fadil.. Damar…. yuk kita main bola lagi…. 😀

  2. darahbiroe berkata:

    hehehe
    lilinya diganti dengan lampu yang penyimpan daya itu lampu apa yaw hehe
    lupa
    😀

  3. Adi berkata:

    Aku sk bgn akhirnya, so sweet bgt.XD lam kenal ya. .

  4. Anggara berkata:

    selamat ulang tahun……

  5. kang ian berkata:

    oh sungguh menghanyutkan ceritanya pak
    haturnuhun ah diantos lanjutana ^^
    salam

  6. Matt Wahyu berkata:

    ini koment saya menghilang kemanakah

  7. Matt Wahyu berkata:

    ceritanya bagus sekali, pastikan kelanjutan ceritanya, jangan kemana-mana 😀

  8. Didien® berkata:

    lentera hati???hmmm jadi inget lagunya aa Gym hehehe…
    pakabar pak?

    salam , ^_^

  9. yudi berkata:

    Selamat malam sob……berkunjung ne …..

  10. Arif R. berkata:

    endingnya keren.. 😀

  11. aura pelupa berkata:

    Doa seorang ibu selalu menyertai anaknya dalam kondisi apapun dan dimanapun mereka pergi! Selamat Ultah!

  12. kutukupret berkata:

    akhir cerita yang indah sob 🙂

  13. bayuputra berkata:

    sambil mengusap kepala Iban maka mengalirlah doa-doa untuk anak kesayangannya itu.

    pada bagian ini membuat saya sangat terharu sekali … jadi teringat masa kecil saya … yang selalu dekat di pelukan ibu saya … dan selalu didoakan … heeemmm … I LOVE U MOM..
    terimakasih sahabat…
    salam kenal dari Kalimantan Tengah.

  14. joe berkata:

    ‘mengalirlah doa-doa…’ hmmm saya suka kalimat itu…

  15. sapta berkata:

    wah.. senangnya dapet doa dari ibu.. heheh.. 😀

  16. cerita yang bagus menginspirasi anak2 dgn sgla kbhgiaanya berkembang menjejaki hidup
    salam, http://kitasukawordpress.wordpress.com 🙂

  17. cara pasang tukeran link gmn kawan?

    • Keping Hidup berkata:

      Buka dashboard – tautan – add new – tambahkan deh Keping Hidup dan http-nya 😀

      Kita Suka WordPress sudah saya tambahkan di Tukeran Link Yuk.. di sisi kanan blog ini – salam

  18. khatulistiwa berkata:

    hmm..ketika sedang membaca cerita2 masa2 kecil, pikiran langsung melayang…sejuta kenangan masih segar ku ingat…main bola, cari rumput buat ternak…main sepeda sampe jungkir balik..hehe

    tks telah mengingatkan masa kecil yang begitu seru

  19. camera berkata:

    bagus banget sih artikelnya….

  20. Red berkata:

    apa kabar sob?

  21. orange float berkata:

    iban, iban…. dinasehati kok malah tidur 😀

  22. regcure review berkata:

    As far as me being a member here, I didnt even know that I was a member here. When the article was published I received a notification, so that I could participate in Comments, so perhaps that is it. But we’re certainly all members in the world of ideas.
    You should consider starting an subscribers list. It would take your site to its potential.
    Great artical, had no problems printing this page either.
    If its not to much to ask could you write some more about this. I have been reading your blog alot over the past few days and it has earned a place in my bookmarks.
    Wow, its so realistic.Thanks for your great post.
    I was very encouraged to find this site. The reason being that this is such an informative post. I wanted to thank you for this informative read of the subject. I ate every bit of it and I have you bookmarked to check out new stuff you post.
    I ran into this page on accident, surprisingly, this is a wonderful website. The site owner has carried out a superb job of putting it together, the info here is really insightful. Now i am going to bookmark this internet site so that I can revisit in the future.
    Thanks for taking time for sharing this article, it was excellent and very informative. as a first time visitor to your blog I am very impressed. I found a lot of informative stuff in your article. Keep it up. Thank you.
    You made some nice points there. I did a search on the issue and found nearly all folks will have the same opinion with your blog.
    It seems too complicated  and very general for me to understand.

  23. Cassi Kempisty berkata:

    Just desire to say your article is as surprising. The clearness in your post is simply spectacular and i could assume you are an expert on this subject. Well with your permission allow me to grab your feed to keep updated with forthcoming post. Thanks a million and please keep up the rewarding work.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s