Menikmati pagi

Sabtu pagi tadi, saya menyapa kota kelahiran Buitenzorg.. nama resmi kota Bogor pada zaman penjajahan Belanda. Mulai jalan kaki pukul 5:10 pagi setelah sholat Subuh menyusuri trotoar yang mengitari Kebun Raya. Pohon-pohon besar di sepanjang jalan menambah indah suasana kota dengan permukaan jalan yang menanjak dan menurun ini. 

Kebun raya merupakan landmark-nya kota bogor, rasanya hal ini yang membuat kota ini tetap terasa nyaman. Saya sering berpikir kota Bogor adalah kembarannya kota New York, ha ha… sambil menyusurinya tadi pagi saya menyamakan Kebun Raya mirip dengan Central Park yang menjadi paru-paru kota yang selalu ramai dimanfaatkan warga kota untuk berekreasi dan berolahraga.

Sampai saya di pertigaan jalan di seberang Pasar Bogor, para pedagang menggunakan ruas jalan untuk menjajakan dagangannya. “bade kang?” tanya mereka ketika saya memperlambat jalan dan melangkahkan kaki dengan hati-hati di antara kerumunan keranjang jualan. Saya menanyakan harga kepada penjual, harga cabe merah ternyata Rp. 11.000, cabe rawit Rp. 8.000 dan jagung Rp. 1.500 sekilo, mahal ngak ya?

Pemandangan Gunung Salak yang berada di peraduannya dengan puncaknya yang masih berselimut awan putih menambah sejuknya angin subuh yang menerpa wajah. Rasanya semuanya masih tetap sama.. di sini, di kota tempat masa kecil dinikmati.. dan masa sekolah dijalani.

Cuma satu yang terasa berbeda, kali ini kaki saya terasa lebih pegal. Di depan sebuah toko yang belum buka di jalan Suryakencana ada tukang bubur ayam langganan saya.  Mampir dulu ah.. sambil memanjakan kaki yang merengek minta waktu jeda, melangkah menuju penjual bubur ayam yang menyambut ramah.

Duduk di kursi kayu panjang dan memesan satu porsi bubur ayam. Si penjual membuka tutup tempat bubur dan asap mengepul menandakan kehangatan bubur. Si Penjual lalu meracik satu porsi bubur ayam pesanan saya dengan cekatan, tidak perlu saya minta dia sudah mahfum seberapa banyak porsi kesukaan saya.

Ini dia.. bubur ayam dengan potongan cakwe, kacang kedelai, serpihan ayam ditambah dengan rimbunnya kerupuk dan sesendok sambal di ujung mangkok, sudah datang bersama segelas teh pahit hangat di hadapan saya. Ah.. saya bahagia bisa menikmati  kembali suasana pagi di kota kelahiran saya ini, seperti perasaan seorang pelari yang  berhasil menyentuhkan dadanya pertama kali di garis akhir.

Punten abdi nuju tuang bubur ayam heula.

Iklan

Tentang Keping Hidup

Coretan kisah, renungan, makna untuk menyusun keping pengalaman hidup menjadi sebuah gambar utuh yang indah, semoga...
Pos ini dipublikasikan di Daily life dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

40 Balasan ke Menikmati pagi

  1. yanrmhd berkata:

    tilu kali nambih nya kang??? :mrgreen:
    emang lah suasana pagi itu penuh dengan semangat…
    semoga semangatnya belum hilang,,

    🙂

  2. kang ian berkata:

    teu bagi bagi yeuh..nyalira wae hehe

  3. rainbroccoli berkata:

    Romantiiiisnyaaaa…
    Iseng banget nanya-nanya harga cabe yah ?
    Hehehe…
    Salam kenal..
    Punten mampir balik..
    Ditunggu.. 🙂

  4. Ifan Jayadi berkata:

    Saya tidak mengerti dengan bahasa yang ditampilkan pada komen2 diatas. Tapi tak apalah. Saya hanya mengatakan bahwa kampung halaman (seburuk apapun itu) tidak akan pernah bisa kita lepaskan dari memori2 lama yang telah kita lalui. Ia akan abadi tersemat di hati kita. Apalagi Bogor, kota cantik dengan pepohonannya yang teduh malah akan lebih sulit lagi melupakannya

  5. Anggara berkata:

    Haduh komennya harus belajar nih….. Yang menarik analogi kebahagiaan dengan seorang pelari yang sampai ke garis finish… 🙂

  6. Caride™ berkata:

    membaca ceritanya anganku langsung menuju alam yg sangat sejuk dan bebas polusi..
    sepertinya enak di hirup ya kang udaranya?

  7. Didien® berkata:

    sama, di Bandung juga menjadi pemandangan yg seperti pasar tumpah di sekitaran gazibu,tegalega dan tempat lain ketika minggu pagi.
    tapi memang asik juga kuq, olahraga sambil cuci mata plus belanja…heheheh..

    salam, ^_^

  8. sunarnosahlan berkata:

    ahad pagi ini ada acara jalan sehat dalam rangka milad husnul khotimah, alhamdulillah

  9. Abdul Aziz berkata:

    Mengenang masa lalu, baik atau buruk, sangat mengasyikkan.
    Ngiring raos we bubur ayam haneutna. Raos mana sareng bubur ayam Cianjur ? Tos lami yeuh teu ka Bogor. Kintun ka dieu nya toge goreng sareng taleusna, via email we.
    Hatur nuhun.
    Salam ka sadayana.

    • Keping Hidup berkata:

      Wah pak Abdul Aziz kalau di attach pakai email nanti tumpah kuah toge gorengnya 😀 tapi kalau taleus kayaknya bisa deh.. 😀 – salam saya untuk seluruh keluarga

  10. sugeng prayitno berkata:

    Assalamualaikum. kayaknya suananya raos pisan teh. meni bubur ayamnya mak nyuss pisan. beda jauh dengan palangkaraya. panas dan juga susah nyari bubur ayam. lam kenal http://cuenk86.wordpress.com

  11. d-Gadget™ berkata:

    jadi pengen suasana sejuk yg seperti itu neh….tapi dimana yah? *mikir*

  12. kang ian berkata:

    kalo ke bogor lagi mampir dong pak ke tempat saya hihi

  13. Noe² berkata:

    Mang selama ini tinggal dimana mas …? salam

  14. Usup Supriyadi berkata:

    Sebelumnya saya haturkan permohonan maaf kepada semuanya, karena dengan ini saya batalkan de Go Blog Competition 2010, dan sebagai gantinya Menulis Puisi “Kepada Usup Supriyadi”

    ***

    mantap lah, jadi palay bubur ayam madura nih . :mrgreen:

  15. Erdien berkata:

    Wow!!!
    Asyik tuh Yi!!!
    Keren-keren!!!
    Janten kabita yeuh 🙂

  16. fitrimelinda berkata:

    mau dunk mas bubur ayam nya.. 🙂

  17. Asop berkata:

    Alhamdulillah… 🙂
    Tampak nikmat. 😀 Waktu saya tugas kuliah ke Sukabumi, buburnya juga kayak gitu. Apakah semua bubur di Jabar seperti itu? 😆

    Mas Indra, tolong diganti ya link saya di blogroll. 😀 Emang sih dari yang lama bakal tetep ke-redirect, tapi saya tetep mohon kalo bisa diganti. Makasih ya Mas Indra. 🙂

  18. jasmineamira berkata:

    waaaa urang Bogor oge? abdi urang Bogor asli, kang *hehehe meuni bangga :p

    bubur ayam Suryakencana? di situ ada bubur ayam favorit saya. jgn2 yg akang makan itu yah? pokoknya yg disebelahnya ada cakwe yg enak bgttt. trs bubur ayamnya ada sayur dan tahu *baru tadi pagi makan bubur ayam favorit saya itu 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s