Di tepi danau

Dia duduk di atas batang pohon yang sudah mengering di tepi danau sore itu. Kakinya yang dialas sandal jepit menapak pada tanah kering yang tidak berumput. Gunung yang melatari pemandangan terlihat rimbun dengan pepohonan yang nampak kecil di kejauhan. Berdiri kukuh seakan menjadi pelindung bagi danau yang bersender mesra.

Matahari pasrah dikerubuti awan putih kapas yang bergerombol menutupi sebagian besar sinarnya. Namun tetap berhasil menerobos dan membuat jalur berwarna emas kemilau dari langit. Permukaan danau yang bening beriak pelan dihembus angin seperti seorang penari yang sedang memahirkan gerakannya. Memantulkan bayangan gunung yang berwarna biru muda, teduh.

Matanya bergerak menyapu hijaunya pohon yang berjejer tak rapi di pinggir danau karena berselingan dengan nyiur yang berdiri tidak sama tinggi. Sekelompok rumah penduduk beratapkan seng yang sebagian sudah berkarat terlihat di seberang danau. Di sebelahnya terlihat sawah berpetak menyusun seperti tangga.

Beberapa anak laki dan perempuan bercakap riang sambil mendekap erat mushaf di dadanya. Mereka berjalan beriringan untuk belajar mengaji menuju surau di ujung sana. Dia menghela nafasnya dalam, beranda alam yang indah ini menyatukan suasana sore dengan renungan yang mengingatkannya pada guru mengajinya dulu.

Guru mengaji yang tidak pernah lelah menanamkan tauhid di hatinya. Nasihat guru mengaji menyadarkan bahwa dirinya juga merupakan bagian dari lukisan Yang Maha Tinggi yang sedang dinikmatinya.

Iklan

Tentang Keping Hidup

Coretan kisah, renungan, makna untuk menyusun keping pengalaman hidup menjadi sebuah gambar utuh yang indah, semoga...
Pos ini dipublikasikan di Islam dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

34 Balasan ke Di tepi danau

  1. adizone23 berkata:

    Pertamax….

    guru mengaji jadi menginagtkan saya waktu kecil jarang ikuit ngaji di surau..,, akhirnya orang tua saya menyuruh guru mengaji magajarkan saya mengaji dirumah saja…

  2. Mattwahyu berkata:

    Jasa guru tak kan lekang ditelan zaman

  3. Usup Supriyadi berkata:

    bukti kesetiaannya kepada tali agama ALLAH .

    nice post.

  4. DikMa berkata:

    sejatinya guru adalah pintu dunia ..

  5. betea2005 berkata:

    salam kenal…

    nice post!

  6. hanifilham berkata:

    jadi inget guru ngaji ane pas SD, haduh, gimana yak kabarnya. hm…

  7. Asop berkata:

    Indahnya. πŸ™‚

  8. Sapril berkata:

    Tulisan yang menghipnotis. Mengalir perlahan membangun suasana yang syahdu dengan deskripsi suasana yang pas. Meski suasana yang digambarkan syahdu, tapi saya ‘merasa’ suram, sesal yang dalam dari sang tokoh (keyword: kering, kecil, menerobos, menghela nafas, lelah, karat). Sedang galau kah sang tokoh ini pak Indra? Atau mungkin saya salah, sang tokoh hanya sedang menikmati sore yang melankolis.
    Sungguh, saya sangat suka tulisan ini pak Indra. Sangat ‘berasa’.

    • mycorner berkata:

      Mungkin memang sedang resah (apa yang akan dihadapi di dunia) di tengah kesunyian merasakan kerinduan pada Rabb-nya. Kerinduan yang mengasyikan.. dan ingin tetap mempertahankan perasaan itu..

  9. sahabat blogger berkata:

    hmm…jadi inget kampung halaman neh. waktu kecil saya sering tidur di mushola sama temen2

  10. fitrimelinda berkata:

    nice post.. πŸ™‚

  11. sunarnosahlan berkata:

    muhasabah di tempat yang indah

  12. Tary Sonora berkata:

    baca postingan ini, aku ngerasa kayak aku yg sedang berada di dalamnya, di tepi danau itu.
    tempat indah seperti yg ada di dlm cerita tsb masih ada nggak yah, kayaknya sangat sulit ditemui skr ya..

  13. yanrmhd berkata:

    subhanallah,
    memandang di tepi danau, bagai cermin…”reflection”, ternyata alam saja ‘mengaji’ dengan caranya…

  14. orange float berkata:

    jadi ingat sama guru saya di sekolah madrasah, ia salah satu guru favorit saya

  15. guru mengaji adalah salah satu pekerjaan mulia πŸ™‚

  16. Ifan Jayadi berkata:

    Guru mengaji mengajarkan kita untuk lebih memahami makna agama lebih dalam meski kadang kita menyepelekannya. Keiklasannya dalam mengajar tidak bisa diukur dengan apapun

  17. Hedancereenus berkata:

    Just want to say what a great blog you got here!
    I’ve been around for quite a lot of time, but finally decided to show my appreciation of your work!

    Thumbs up, and keep it going!

    Cheers
    Christian, iwspo.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s