Logika

Dalam proses pemecahan masalah ada tahap mengidentifikasi yang namanya ‘pembeda’, dimana dalam kebanyakan kasus si ‘pembeda’ inilah yang seringkali menjadi akar masalahnya.

Misalnya begini…

Ada empat gelas di atas meja, salah satunya terlihat retak, setelah diamati ke tiga gelas berisi air putih dan gelas yang retak ternyata berisi teh. Apa kira-kira penyebabnya?.. tentu kita menduga teh yang menjadi penyebabnya.. karena teh yang menjadi ‘pembeda’ dengan ketiga gelas lainnya.

Mungkin saja teh terlalu panas saat dituangkan ke dalam gelas, karena kalau retak tersebut disebabkan oleh getaran meja yang kuat.. maka  retak akan berlaku sama untuk ke empat gelas tersebut..    

*

Trus saya nonton Monk.. ini detektif yang sangat hygiene (tidak bisa kotor) selalu me-lap tangannya dengan tissue.. yang kebetulan tidak nonton, ya sudah begini ceritanya…

Dalam suatu kasus pembunuhan ada 10 orang berkumpul di tempat kejadian. Monk datang setelah polisi menyisir tempat kejadian dan  layaknya seorang detektif langsung dilapori situasinya..

Kemudian setelah beberapa saat, Monk berkata kepada ke 10 orang yang ada disekitar kejadian tersebut..

“Salah satu dari kalian adalah pembunuhnya” tentu saja ini membuat kaget ke 10 orang tersebut dan langsung terdiam dan semua menatap kepada detektif kita ini. Monk melanjutkan : “Yang menjadi pembunuh silakan mengangkat tangan mengakui perbuatannya”

Lalu Monk membisiki polisi : “kita sudah punya suspect – yang diduga kuat melakukan pembunuhan”. Dan dalam cerita selanjutnya ternyata terbukti orang tersebut memang pembunuhnya.

Hey.. bagaimana bisa Monk hanya dengan dua pertanyaan itu sudah bisa menduga siapa pembunuhnya? 

*

Nah..ternyata Monk menggunakan proses pemecahan masalah dengan mengidentifikasi ‘pembeda’ di antara ke 10 orang tersebut..

Pada saat 10 orang tersebut terkejut ketika dikatakan bahwa si pembunuh berada diantara mereka.. Monk meminta si pembunuh mengaku dan mengangkat tangan.. dari ke 10 orang tersebut semuanya tidak ada yang mengangkat tangan.

Tapi ada 9 orang yang melihat ke kiri dan ke kanan karena ingin tahu siapa pembunuhnya.. si pembunuh tidak mengangkat tangan tapi tidak melihat ke kiri dan kanan mencari tahu siapa pembunuhnya.. karena dirinya-lah pembunuhnya.

Ha! ternyata melihat ke kiri dan ke kanan menjadi ‘pembeda’ dalam kasus ini..well done mister Monk.. kalau kata urang Sunda mah canggih (encan kapanggih) euy..

Iklan

Tentang Keping Hidup

Coretan kisah, renungan, makna untuk menyusun keping pengalaman hidup menjadi sebuah gambar utuh yang indah, semoga...
Pos ini dipublikasikan di Daily life dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

26 Balasan ke Logika

  1. Asop berkata:

    Wow… keren banget… 😀
    Nice…
    Btw, ini film movie apa serial ya? Baru denger saya…

  2. nh18 berkata:

    HHmmm …
    Monk ini detektif yang “agak” aneh menurut saya …

    namun film ini menjadi kesukaan anak-anak saya juga nih …

    Salam saya Pak Indra

  3. andry sianipar berkata:

    hello-
    wah, Monk memang tergolong cerdas ya…….
    mantabbb bangetttt

  4. yuniarinukti berkata:

    untung aja pembunuhnya ga ikutan liat kanan kiri jadi bisa ketahuan yang mana pembunuhnya….
    klo si pembunuhnya ikutan liat kanan-kiri pasti si Monk ikut bingung juga hehe….

  5. hanif berkata:

    Keren-keren
    Suka dengan cerita detektif ya? Sering baca Sherlock Holmes? atau sudah nonton filmnya…keren lho!!!! Ada hal-hal tak terduga yang akhirnya dipecahkan dengan analisis yang akurat.

  6. rime berkata:

    nice post!

    sebenarnya konsep ini juga kan yang kita pakai saat main sudoku?

    eh suka main sudoku ga?

    salam kenal ya 🙂

  7. darahbiroe berkata:

    heheh
    detektifff
    aku jadi pingin tahu lebih banyak nuy ttg detektif yang 1 ini hehehe

  8. ABDUL AZIZ berkata:

    Assalamu’alaikum,
    Kumaha damang Kang Indra ?
    Baru bisa berkunjung lagi, update juga sebulan sekali.
    Saya juga senang detektif, tahun 70-an dulu saya suka baca majalah detektif. Tapi film ini belum sempat nonton.
    Saya jarang nonton tv, paling-palimg Mario Teguh yang selalu saya tonton.

    Terima kasih.
    Salam buat keluarga di Ciputat.

    • mycorner berkata:

      Wa’alaikumsalam ww, alhamdulillah sadayana damang Pak.. senang mendengar kabar dari Cianjur..

      iya MT memang menginspirasi, kalau menonton hari minggu malam tanda weekend sudah habis besok kerja 😀

  9. sahabat blogger berkata:

    hmm…betul juga ya. kadang tak terpikirkan.

  10. Sapril berkata:

    Pengen nonton, ga punya parabola 😥

  11. kang ian berkata:

    hahaha istilah yang bagus pak..
    canggih alias encan kapanggih xixixi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s