
Ada seorang datang kepada Nabi Muhammad SAW dan berkata bahwa ia sangat lapar.
Beliau membawanya ke istri-istrinya, namun tidak mempunyai apapun selain air.
Kemudian Beliau bertanya kepada para sahabat : “Siapa diantara kalian yang sanggup menjamu tamu malam ini?”
Seorang sahabat Anshar menjawab : “Hamba wahai Rasulullah” kemudian orang itu pergi bersama sahabat tadi.
Ketika sampai di rumah sahabat itu berkata kepada istrinya : “Apakah engkau mempunyai makanan?”
Jawab istri : ”Tidak kecuali makanan untuk anak-anak”.
Sahabat itupun berkata : “Hiburlah anak-anak dengan sesuatu. Jika mereka ingin makan maka tidurkan mereka. Jika tamu kita masuk padamkan lampu dan perlihatkan seakan kita ikut makan”.
Kemudian mereka duduk bersama dan tamu itupun makan.
Sahabat dan istri bermalam dalam keadaan lapar.
Ketika pagi harinya mereka bertemu dengan Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda : “Allah SWT kagum atas perbuatan kalian dalam menjamu tamu semalam”
(HR Bukhari Muslim)









Posting yang menarik, salam kompak dan semoga sukses.
Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru kami berjudul : “Wisata kepulau Bali”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan tolong dikomentarin yaaa. Makasiiih.
Segera meluncur ke sana
Subhanallah..

Sebuah keteladanan yang mengisahkan keluhuran akhlak ,…
Salam,,
Benar.. memuliakan tamu merupakan salah satu akhlaq dalam Islam.
like this!
Menerima tamu adalah aktifitas keseharian kita, semoga kita bisa menyambut tamu dengan tersenyum
sungguh mulya hati mereka…
trima kasih atas link baliknya teman…
Sama-sama, sudah saya kasih link di blog saya juga
luar biasa
Bertamu adalah silaturahmi yang menyambung hubungan kekeluargaan saudara seiman
Kita mesti iri dengan hal2 yang demikian
Bertamu atau saling mengunjungi adalah bentuk silaturahmi yang insya Allah mendatangkan kebaikan
Muliakan tamu kita…dan ikhlas untuk semuanya..
Postingan yang mengena
Terima kasih sudah mampir
sahabat anshor maupun muhajirin yang generasi terbaik . semoga kita diberikan kekuatan untuk mencontohinya . amin
“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)
Yuuppss ^^V
mampir dong
Segera meluncur ke sana..
ya allah
sungguh mulia
smoga aku juga bisa seperti itu hikz hikz
Menghormati tamu dan berusaha untuk menyediakan makanan dan minuman yang terbaik
tulisan yg sangat mencerahkan….terimakasih sob…
salam, ^_^
Memuliakan tamu menjaga ukhuwah Islamiyah akan terjalin dengan baik.
semoga kita bisa belajar dari itu, mencerahkan sekali.
Melayani tamu dengan baik adalah amal kebaikan yang dianjurkan
Subhanallah…Baca Postingan singkat ini menggetarkan, begitu Allah memuliakan HambaNYA yang memuliakan tamunya…
Kang Indra, hampura…baru sowan lagi kesini…
Salam saya kang…
Alhamdulillah bisa silaturahmi dengan kang Atma, terima kasih sudah mampir
Subhanallah… memuliakan tamu sungguh penting.
Bertamu untuk bersilaturahmi, saling mengunjungi adalah kunci terbukanya rahmat dan pertolongan Allah SWT
Sebenarnya budaya kita juga mengajarkan hal yang sama kan pak? Setidaknya segelah teh mesti disuguhkan untuk sang tamu. Saya suka postingan ini
Yang penting jangan bermuka masam dalam menerima tamu
Faidah luar biasa dari hadits Rasulullah yang mulia ini..
Betapa sikap itsar (mengutamakan orang lain dibanding diri sendiri) adalah sebuah kemuliaan. Dan tidaklah Allah berikan kecuali kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.
Generasi terbaik umat ini yakni para sahabat Rasul -semoga Allah meridhai mereka- adalah orang2 yang paling bersemangat mengamalkan sikap itsar. Semoga Allah Ta’ala memberi taufiiq kepada kita untuk dapat mencontoh mereka..
Mengutip sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallama,
“Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai bagi saudaranya, apa yang ia cintai bagi dirinya sendiri.” (Shahih dikeluarkan oleh Al Bukhari di dalam [Al Iman/12/Fath], Muslim di dalam [Al Iman/45/Abdul Baqi])
Terimakasih kepada Mas Indra yang telah memberi pengingat..
Jazaakumullaahu khayra..
Terima kasih sudah melengkapi postingan ini… Semoga Allah SWT merahmati kita semua amiin
alangkah jauhnya kita dengan mereka! mudah-mudahan kita bisa meniru mereka..artikel yang bagus mas, barakallahu fiik..