Ketika Allah SWT kagum

Ada seorang datang kepada Nabi Muhammad SAW dan berkata bahwa ia sangat lapar.

Beliau membawanya ke istri-istrinya, namun tidak mempunyai apapun selain air.

Kemudian Beliau bertanya kepada para sahabat : “Siapa diantara kalian yang sanggup menjamu tamu malam ini?”

Seorang sahabat Anshar menjawab : “Hamba wahai Rasulullah” kemudian orang itu pergi bersama sahabat tadi.

Ketika sampai di rumah sahabat itu berkata kepada istrinya : “Apakah engkau mempunyai makanan?”

Jawab istri : ”Tidak kecuali makanan untuk anak-anak”.

Sahabat itupun berkata : “Hiburlah anak-anak dengan sesuatu. Jika mereka ingin makan maka tidurkan mereka. Jika tamu kita masuk padamkan lampu dan perlihatkan seakan kita ikut makan”.

Kemudian mereka duduk bersama dan tamu itupun makan.

Sahabat dan istri bermalam dalam keadaan lapar.

Ketika pagi harinya mereka bertemu dengan Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda : “Allah SWT kagum atas perbuatan kalian dalam menjamu tamu semalam”

(HR Bukhari Muslim)

Tentang Keping Hidup

Coretan kisah, renungan, makna untuk menyusun keping pengalaman hidup menjadi sebuah gambar utuh yang indah, semoga...
Catatan ini telah ditulis dalam Islam dan di-tag dengan , , , , , , , , , , , , . Penunjuk permalink.

33 Respon untuk Ketika Allah SWT kagum

  1. Haris Istanto berkata:

    Posting yang menarik, salam kompak dan semoga sukses.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru kami berjudul : “Wisata kepulau Bali”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan tolong dikomentarin yaaa. Makasiiih.

  2. engkaudanaku berkata:

    Subhanallah..
    Sebuah keteladanan yang mengisahkan keluhuran akhlak ,…
    :)
    Salam,,

  3. fanz berkata:

    like this!

  4. mubaroki berkata:

    sungguh mulya hati mereka…
    trima kasih atas link baliknya teman…

  5. Matt Wahyu berkata:

    Kita mesti iri dengan hal2 yang demikian

  6. delia4ever berkata:

    Muliakan tamu kita…dan ikhlas untuk semuanya..

    Postingan yang mengena

  7. Usup Supriyadi berkata:

    sahabat anshor maupun muhajirin yang generasi terbaik . semoga kita diberikan kekuatan untuk mencontohinya . amin

  8. ossmed berkata:

    Yuuppss ^^V

    mampir dong

  9. darahbiroe berkata:

    ya allah
    sungguh mulia
    smoga aku juga bisa seperti itu hikz hikz :D

  10. Didien® berkata:

    tulisan yg sangat mencerahkan….terimakasih sob…

    salam, ^_^

  11. Tary Sonora berkata:

    semoga kita bisa belajar dari itu, mencerahkan sekali.

  12. atmakusumah berkata:

    Subhanallah…Baca Postingan singkat ini menggetarkan, begitu Allah memuliakan HambaNYA yang memuliakan tamunya…
    Kang Indra, hampura…baru sowan lagi kesini… :)
    Salam saya kang…

  13. Asop berkata:

    Subhanallah… memuliakan tamu sungguh penting. :)

  14. Sapril berkata:

    Sebenarnya budaya kita juga mengajarkan hal yang sama kan pak? Setidaknya segelah teh mesti disuguhkan untuk sang tamu. Saya suka postingan ini :)

  15. muslimahbelajar berkata:

    Faidah luar biasa dari hadits Rasulullah yang mulia ini..
    Betapa sikap itsar (mengutamakan orang lain dibanding diri sendiri) adalah sebuah kemuliaan. Dan tidaklah Allah berikan kecuali kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.
    Generasi terbaik umat ini yakni para sahabat Rasul -semoga Allah meridhai mereka- adalah orang2 yang paling bersemangat mengamalkan sikap itsar. Semoga Allah Ta’ala memberi taufiiq kepada kita untuk dapat mencontoh mereka..

    Mengutip sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallama,
    “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai bagi saudaranya, apa yang ia cintai bagi dirinya sendiri.” (Shahih dikeluarkan oleh Al Bukhari di dalam [Al Iman/12/Fath], Muslim di dalam [Al Iman/45/Abdul Baqi])

    Terimakasih kepada Mas Indra yang telah memberi pengingat..
    Jazaakumullaahu khayra..

  16. anung berkata:

    alangkah jauhnya kita dengan mereka! mudah-mudahan kita bisa meniru mereka..artikel yang bagus mas, barakallahu fiik..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s